Pine 🌲

Menjadi Musuh Diri

Hai, apa kabar?

Animal Farm, buku yang baru saja selesai aku baca beberapa hari lalu. Bagi pegiat buku, judul ini sudah jadi semacam template. Awalnya aku juga agak skeptis tentang buku ini. Bayanganku, bagaimana mungkin cerita hewan bisa sebagus itu? Tapi ternyata aku salah. Dan memang pantas buku ini jadi salah satu yang harus dibaca setidaknya sekali seumur hidup.

Singkatnya, seekor babi tua mencetuskan pemikirannya tentang kesetaraan semua hewan, kemudian tak lama setelahnya ia mati. Kemudian pemikirannya dihidupkan oleh babi-babi selanjutnya. Para babi melakukan pemberontakan dan memenangkannya. Kemudian menerapkan prinsip-prinsip kesetaraan pada seluruh hewan di peternakan itu. Awalnya semua berjalan baik dan para hewan merasa bahagia karena mampu mengatur dirinya sendiri. Sampai akhirnya para babi mulai dimabukkan oleh kekuasaan. Perlahan babi-babi sebagai pemimpin mulai bertindak seenaknya dengan dalih untuk kebaikan bersama, hingga pada akhirnya mereka tidak ada bedanya dengan para manusia yang mereka anggap jahat dan otoriter.

You either die a hero or live long enough to see yourself become the villain.

Kutipan diatas bisa jadi kesimpulan — meskipun terlalu disederhanakan — dari buku ini. Bagaimana suatu kekuasaan yang mulanya baik perlahan menjadi buruk karena ketiadaan check and balance, karena kebebasan berpendapat dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas pemerintahan, dan pemikiran yang tak sejalan dengan kekuasaan pada akhirnya hanya akan dikubur hidup-hidup. Sesuatu yang aku rasa pernah, dan mulai terjadi lagi di banyak tempat.

Buku ini jadi cerminan nyata terhadap situasi yang berulangkali terjadi di bumi ini. Suka atau tidak, hal ini pernah terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi.

Lalu apa yang bisa dilakukan? Menurutku yang awam ini, menimbang faktor resiko dan keamanan, baiknya kritik tetap disampaikan dengan cara yang baik dan tepat sasaran. Sekecil apapun kritik tetaplah kritik. Ada waktunya untuk melawan dengan keras, dan sebaliknya. Waktunya akan datang, ini adalah garis melingkar yang akan kembali melalui jalan yang pernah dilewatinya. Jadi tetaplah sehat, tetaplah hidup. Karena kritikanmu terlalu berharga untuk mati.

...

...

...

Senang rasanya bisa menulis kembali.