Pendosa di Dalam Pigura
Beberapa dekade lalu, Si Badan Besar
Timur ke barat di bawah kakinya
Senyumnya manis
Tapi tidak dengan tangannya
Keduanya berlumur darah
Jutaan tangisan
demi tiga dekade jadi Si Nomor Satu
Tapi pada akhirnya
koloni semut tetap menang
Ia terjengkang
Dua ribu delapan
Bumi hampir tak sudi menelannya
Namun siapa menduga
Seseorang mengikuti jejaknya
Membawa semangatnya
"Kita bangsa besar", katanya
Pengikutnya terus menjilat
"Yang penting papah senang!"
Tidak sadar
Menyembah ruh yang sama
Pada tubuh yang berbeda
Gila
Jutaan yang sudah mati
Tak pernah dapat ganti
Bahkan setelah Si Manis mati
Tapi beberapa melupakan
Beberapa juga memaafkan
Bahkan yang lain mewajarkan
Menjadikannya tauladan
Kini dia abadi
Dipajang dalam bingkai
Dimasukkan ke dalam buku
Agar anak-anak tidak lupa
Persetan dengan mereka
Anjing kehausan sudah lupa
Darah sudah kering
Yang dilukai dan yang mati
Tak akan tumbuh lagi
Semoga membusuk dan mengerak di neraka bersama anjing-anjingmu