Pine 🌲

Semoga Tepat Sasaran

Hai, apa kabar?

Jadi beberapa hari lalu aku bertemu dengan seorang perempuan yang temanku ingin kenalkan. Tapi sebelum itu, aku mau tarik mundur sedikit, ke waktu sebelum aku bertemu.

Sebenarnya temanku ini sudah merencanakan untuk beberapa waktu, hanya saja selalu saja berbenturan dengan kegiatan lain. Sampai akhirnya kami akan bertemu pada malam minggu di sebuah kafe jus(?).

Aku memutuskan untuk pergi lebih dulu. Tidak kemana-mana, hanya sekadar berkeliling area tempatku tinggal untuk mencari angin segar dan ide bahan pembicaraan. Jujur saja, aku bukanlah orang yang tau seluk-beluk dunia percintaan. Karena itu, sebenarnya aku merasa gugup sekali. Ketika temanku ini sudah berkabar kalau dia sudah di lokasi, aku segera menyusul ke sana.

Sampai di sana, kulihat suasananya lumayan riuh dan cukup ramai pengunjung. Temanku ini sudah menyiapkan tempat duduk di bagian belakang kafe, duduk bersama istrinya dan anak bayinya. Yang ingin ia kenalkan padaku ini kebetulan teman istrinya. Kami memesan minum terlebih dulu, kemudian mereka memberikanku ruang untuk bicara empat mata dengan perempuan ini (sebut saja namanya B).

Pembicaraan kami terasa agak canggung pada awalnya, hal yang normal. Namun selang beberapa waktu obrolan terasa nyaman dan menarik. Kami hanya berbicara kesana-kemari tanpa arah. Mulai dari pekerjaan, hobi, kegiatan di waktu luang -- pertanyaan umum. -- Yang aku senangi, pada saat itu kami benar-benar berbicara dengan satu sama lain. Bukan hanya salah satu dari kami yang membawa obrolan.

Sekitar satu jam kemudian, kami memutuskan untuk menyudahi pertemuan ini karena waktu sudah terlalu malam. Meskipun dia bilang tidak masalah, tapi aku merasa tidak enak. Dan akhirnya kami pulang tanpa saling berpamitan.

Kini berselang beberapa hari, perasaan aneh mulai menghantui. Aku rasa aku suka dia. Terkadang ini membuatku terganggu. Senyumannya teringat manis sekali di kepalaku. Membuat nafsu makan hilang, tidur juga tidak nyenyak. Mungkin aku akan mencoba bertemu dengannya lagi di lain waktu.


Agak gugup rasanya pada saat itu. Tapi di usiaku yang sudah mulai terlihat serius ini, tidak ada salahnya mencoba hal baru untuk masa depan. Pun sejak patah hati pertamaku semasa SMP aku sudah berjanji pada diri sendiri untuk tidak cinta-cintaan kecuali aku berniat serius. Karena kupikir itu hanya membuang waktu. Memang tidak semua percobaan hasilnya akan sesuai harapan, tapi setidaknya ini bukan untuk kesia-siaan.

I'm shooting my shot here, pray for me folks 🥀💔🙏😭